Tahun 2013,ini adalah tahun pertama saya terjun didunia kerja,bisa dibayangin orang pertama kali kerja tu kaya apa,masih bingung khan,yang pasti diawal kita masih nyari temen,kenalan lah istilahnya.bagi sebagian orang kenalan atau interaksi sama orang baru itu mudah,buat gua itu muski belajar ditambah lagi senior saat itu cewek-cewek.kenalan udah,kerjaan selesai diterangin terus mau tanya - tanya apa coba.
Hari pertama kerja udah pasti jarum jam terasa lamaaa berjalan,bawaannya kepengen cepet pulang,waktu istirahat jadi waktu hembusin nafas panjang,maklum khan habis tahan nafas diem - dieman.hari seterusnya sdh mulai terbiasa,sama senior mulai ada interaksi jujur harus diakui senajan berinteraksi kalo sama lawan jenis itu pasti terbates banget.
seiring berjalannya waktu,kerja bisa menjadi sebuah kenikmatan tersendiri,terlebih saat menerima gaji pertama pada masa training kepengen dah sekeluarga traktir makan.buat gua kenyamanan kerja itu disebabkan beberapa hal,diantaranya faktor teman,
Teman sekantor bisa saja adalah sebuah ancaman,karena tidak semua bisa menjadi rekan,yang terpenting sikap kita baik sama siapapun,karena itu bisa jadi nilai lebih buat kita.
Di dalam kerja banyak persoalan yang dihadapin,tidak dipungkiri terkadang persoalan pribadi pun turut menjadi permasalahan.perbedaan usia satu sama lain menjadi warna tersendiri di tempat kerja.
demikian satu hal yang saya rasakan ketika ada rekan kerja baru lulus sekolah,jiwa anak mudanya seneng-seneng(cari kesenangan) masih nempel.hal-hal semacam ini menjadi ujian tersendiri buat rekan kerja senior,ditambah lagi seniornya itu bukan karena lamanya kerja tetapi ditinggalin rekan kerja lama padahal baru dua tahun kerja.mau tidak mau dah kata SENIOR nancep dikuping,walau sebenarnya kata ini popular buat gue gak enak didengar kesannya senior itu bebas ngebully anak baru.
oke,balik ke cerita anak baru,
Dua tahun menjadi senior,itu sebuah amanah terberat,belajar memahami anak baru,gua pribadi masih bersyukur senajan anak baru berdatangan ada diantara mereka sudah berpengalaman karena usia lebih,jadi yang terpenting buat gue ngertiin mereka udah cukup walau kadang ngerasa kagak rela kalo minta tuker ship cuman buat jalan-jalan ato buat acara-acara yang bukan lagi jadi kapasitasnya.
Saturday, November 7, 2015
Sejuta cerita tempat kerja pertama
Friday, November 6, 2015
Catatan kecil terkait pembakaran REOG
Beberapa pekan lalu media memberitakan tentang pebakaran sebuah kesenian dari Ponorogo Reog,berbagai reaksi keras bemunculan ,dari sebagian berita menyampaikan bahwa reog yang dibakar adalah rusak,akan tetapi ada yang memberitakan pembakaran dilakukan karena dianggap berhala.entah mana yang benar saya yang kebetulan membaca sebuah postingan dihalaman facebook sedikit kecewa masalahnya banyak komentar negatif bermunculan,pembelaan yang dirasa enggak cukup masuk akal maklum saja demikian adalah bagian dari perasaan bangga pada eksistensi gharizatun nauk,yang kemunculannya bisa berupa bangga pada diri pribadi,suku,kelompok ataupun bangsa.jika
Bicara soal adat budaya ia terlahir dari sebuah kebiasaan masyarakat.ketika kebiasaan masyarakat baik maka akan melahirkan budaya yang baik pula, memang saya pernah mendengar ada pendapat mengenai berhalanya reog,tidak disembah secara langsung tetapi setiap pementasan ada unsur-unsur kesyirikan entah itu berupa kemenyan atau apalah,didaerah saya pribadi disetiap pemintasan tak lepas dari minuman keras apalagi ditambah lenggak lenggok tari seorang perempuan sesuatu yang amat jelas bertentangan dengan syariat islam.bukan aku tidak bangga budaya sendiri,tetapi kita harus bisa menempatkan tempat yang tepat rasa bangga dan fanatik.cukuplah islam..jika bertentangan ya buat apa dibanggakan,jika memunculkan permusuhan buat apa dilestariin,hanya karena bela budaya kita berani ngomong ganyang negara tetangga,padahal negara tetangga ada muslimnya bukannya sesama muslim saudara...giliran mesjid dibakar, islam dihina dan dilecehkan koq adem ayem???
Friday, October 23, 2015
Monday, September 28, 2015
Kesendirian,siapkah kita?
Masak-masak sendiri,makan- makan sendiri potongan lagu dangdut yang kayaknya kamu yang pernah ngalamin masa-masa sendiri,udah apal banget. enak dan gak enaknya hidup sendiri,Saya pribadi ngalamin kira-kira dimulai saat kelas 4 sd,teringat saat itu perekonomian keluarga yang sulit memaksa ibu untuk bekerja di negeri tetangga,sedang bapak sendiri kerja di bangunan yang terkadang sepi,suatu ketika bapak harus meninggalkan saya dan adik kurang lebih satu minggu karena ada urusan kerja (entah apalah gue gak ngerti pada waktu itu)dengan terpaksa kamipun ditinggal dirumah,dikasih beberapa duit dan sekardus mie instan.
Jadi bagi saya hidup sendiri bukanlah sesuatu hal baru lagi.
Ada kala memang keadaan memaksa kita mengalami masa yang tidak diingin toh dengan demikian banyak hal baru yang bisa di dapet,lebih terbimbing mandiri walaupun sebenernya kehadiran orang tua disamping anak itu sangat penting.masih ingat dikenangan kalo pas hujan lebat serta berangin tetangga depan rumah selalu panggil-panggil ngajakin berteduh dirumahnya.waktu pun berlalu usia kian bertambah ibupun pulang dari perantauannya namun sesaat mahalnya mengenam bangku smp memaksa kembali merantau ngebantu bapak buat nyekolahin kami,sesampainya usia 21 tahun,1 tahun lulus dari smk sekolah menengah kejuruan kesendirian menguji kembali,bapak yang menjadi satu-satunya teman semenjak adik kerja di luar kota,dipanggil Allah swt,berdatengan lah saudara- saudara luar kota,nikmatnya bisa merasakan yang namanya berkumpul dalam keluarga ditambah lagi kehadiran sanak saudara famili yang jauh.
Walo pada nyatanya,kebahagian yang dirasakan ternyata tidak bertahan lama ibu memutuskan untuk kembali nyari duit diluar negeri dgn dalih ingin memperbaiki rumah dengan terpaksa dah hidup lagi dengan kesendirian akan tetapi setidaknya masih ditemenin adik yang mutusin enggak balik ketempat kerja atau nyoba nyari kerja deket-deket rumah aja.
Sebenernya cerita tentang kesendirian diatas saya ceritakan bukan karena saat ini butuh temen ngedampingin hidup,apalagi kok ngeharap kasian..tapi dari kita nanti mau enggak mau akan ngalamin kesendirian,
"Suatu saat ada masa dimana kita sendiri,jauh dari keluarga,jauh dari orang-orang yang disayang,bahkan harta yang kita kumpulkan pun tidak berharga,siapkah kita dgn kesendirian itu??? Semoga saja kita berhasil melalui kesendirian itu hingga dapat berkumpul dengan orang-orang yang di cintai.sungguh tidak ada tempat yang baik buat berkumpul,kecuali itu SyurgaNya Allah.
Sunday, July 19, 2015
Anak ayam yang tersesat.
Sore itu,menjelang petang terkejut seketika karena tempat dimana saya tidur yang terletak didepan emperan rumah yang dimodifikasi menjadi kamar terdapat seekor anak ayam kecil.
Entah datang dari mana ini anak ayam, tanpa suara saya yang merebahkan tubuh sembari meletakkan tangan diatas kepala enggak sengaja nyentuh anak ayam yang rupanya sejak tadi sudah berada disitu.tidak tau pasti ini anak ayam siapa,yang jelas anak ayam tetangga,yang ketinggalan sama induknya,karna saya enggak punya ayam pada waktu itu.
Paginya,si anak ayam nunjukin rasa kebingungan dengan teriakan khasnya ciek...ciek..ciek..mungkin dia harap siinduknya bakal nemuin,rupanya sia-sia saja apa yang ia lakukan.saya yang melihat peristiwa itu sedikitpun enggak ada rasa buat peduli saya biarkan aja lalu lalang sekitar rumah.
Siang itu sepulang sekolah si anak ayam nyoba nyari perhatian saya dia bermain-main diantara kaki,saya yang ngerasa geram tingkahnya langsung tangkap dan keluarkan eh dia balik lagi kepaksa saya tangkep dan keluarkan lagi sembari nyebar beras berharap dia makan dan enggak masuk dalam rumah lagi.
Haripun terus berganti,ini anak ayam tambah gemesin polahnya manja ngikutin kemana orang berjalan sampe2 dan lebih nyebelin lagi saya inget betul tiap magrib petang selalu masuk rumah enggak mau tidur diluar tiap dikeluarin eh balik lagi,terpaksa harus saya bungkus pake pakaian bekas yang kemudian dikeluarin ditaruh diatas boncengan sepeda yang kebetulan diletakkan dibelakang rumah.peristiwa terus berulang-ulang tiap sore menjelang petang.
Kian hari,anak ayam nunjukin pertumbuhannya mulai tumbuh ekor kecil namun tingkahnya masih manja suka ngerubungin orang tiap pulang sekolah sering saya jailin kadang ditaruh diatas kepala lah,dicincang kakinyalah...dan lain-lain.kini iapun sudah berani main agak jauh dari rumah namun sering kali kudapati paling-paling main disebelah rumahku(rumahnya bulek).
Si ayampun tidak butuh lama menjadi dewasa ia tumbuh lagi menjadi sesosok ayam betina yang cantik.ayam jantan tetanggapun semua dibuat klepek-klepek,ia kini bukan lagi seekor anak ayam manja yang tiap petang harus dibungkus kain agar bisa tidur dan enggak masuk kerumah,kini ia bukan lagi seekor anak ayam yang suka ngikutin orang berjalan.tapi ia seekor ayam betina yang gesit yang sigap hindari lemparan-lemparan batu tetangga yang kurang suka kehadirannya karna ulah ceker kakinya yang ngerusakin apa yang ada.kini ia tumbuh berkehidupan bebas kesana kemari main kerumah tetangga,sawah dan tempat lainnya namun ia tetap selalu pulang nangkring dibelakang rumah tiap kali petang.
Hari itu sedikit berbeda ayam saya "petok-petok" tdk seperti biasanya, dan benar saja kaget bukan main dia harus menanggung akibat pergaulan bebasnya dengan ayam tetangga, terpaksa harus mengeluarkan butiran telur tiap harinya..ya hari itu ayam saya bertelur dan Alhamdulillah dari kesemua telur menetas semua dengan normal yang kemudian ini artinya akan membuat ayamku bertambah.
Saturday, July 4, 2015
Antara Aku dan ustad Felix siauw
Felix yanuar siauw atau yang akrab dipanggil felix siauw siapa yang tidak kenal ustad yang satu ini,seorang ustad yang gaya dakwahnya mengena banget buat anak muda,seorang ustad yang penyampean materinya mudah diterima oleh generasi elo gue,generasi saya banget tuh.
Saya enggak akan brcerita banyak soal sepak terjang beliau disini,karna pasti sdh banyk yang tahu cerita kehidupan beliau dari bagaimana mengenal islam,hingga kini menjadi pengemban dakwah.
Saya hanya ingin membagikan perasaan,perasaan malu ketika seorang mualaf yang baru masuk islam sangat bersungguh-sungguh mempelajari islam sementara sy yang kenal islam sejak lahir kadang suka males hadirin majlis ilmu,bahkan baru belajar mengenal islam,Astagfirullah.
Banyak sekali pelajaran yang saya ambil dari beliau bagaimana ketika beliau kokoh dengan imannya diantara ujian orang tuanya sampe bagaimana ujian dalam rumah tangganya.sedang diri ini justru sudah dikenalkan islam dari keluarga sejak dini rasanya masih baru kemarin ngenal islam,ironis tapi begitulah adanya.Pernahkah dibenak kita bertanya "kenapa kita memilih islam sebagai agama? Jujur kita tdk punya jawaban karena islam kita islam keturunan bukanlah pilihan,satu sisi kita bersyukur satu sisi lagi kita sedih.
Dijaman era kapitalis seperti sekarang ini,apa-apa serba sulit enggak ayal kalo orangtua lebih disibukkan urusan ekonomi katimbang ngajar ilmu agama pada anaknya,sementara media terus gencar membentuk karakter anak yg ngelahirin anak-anak kagak bener.budaya-budaya asing terus masuk sementara Al quran kian ditinggalkan.
Wednesday, April 15, 2015
Aksi damai di alun-alun ponorogo #saveindonesia
Jumat 10-april-2015
Sebagai seorang makmum punya kewajiban mengingatkan ketika seorang imam melakukan kesalahan..
Pemimpin negara adalah seorang imam dan kami rakyat adalah makmum...
Disinilah saya bareng saudara Hizbut-tahrir melakukan aksi damai,mengingatkan untuk kembali lagi pada aturan Allah.aksi yg berlangsung sesudah sholat jumat ini kami mulai dengan sebar Al-islam dan bentang spanduk.
بِسْمِ ٱﷲ ِٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيْمِ
SURAT UNTUK INDONESIA
Saudaraku, kita semua tentu tahu, saat ini negara kita tengah dibelit berbagai persoalan yang sangat berat. Bila belakangan banyak orang menyerukan Save KPK, lebih dari itu kita sesungguhnya memerlukan Save Indonesia. Sebab, bila menilik beratnya persoalan yang mengancam negeri ini dan tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin negeri ini akan hancur. Mengapa?
Saat ini kita tengah berada dalam ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme yang makin keras mencengkeram. Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara dalam ekonomi. Dalam pandangan neoliberalisme, negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu/korporat. Pengurangan peran negara dilakukan dengan: privatisasi sektor publik seperti migas, listrik, jalan tol dan lainnya; pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, pupuk dan lainnya; penghilangan hak-hak istimewa BUMN melalui berbagai ketentuan dan perundang-undangan yang menyetarakan BUMN dengan usaha swasta. Jadi, neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju corporate state (korporatokrasi). Ketika itu, negara dikendalikan oleh persekutuan jahat antara politikus dan pengusaha. Akibatnya, keputusan-keputusan politik tidak dibuat untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan korporat (perusahaan) baik domestik maupun asing.
Ancaman neoliberalisme akan semakin besar dengan pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) mulai tahun 2015 ini. MEA, sebagaimana blok pasar bebas lain, merupakan strategi kekuatan kapitalis global untuk meluaskan hegemoninya, khususnya di kawasan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam pasar bebas, dihapus semua hambatan masuk (barrier to entry) baik tarif maupun non tarif seperti regulasi, penetapan kuota, subsidi, dan lainnya yang selama ini memang dibuat untuk melindungi produk dalam negeri. Jadi, MEA tak lain adalah pasar bebas yang akan membuka pasar negara-negara di kawasan ASEAN yang berpenduduk sekitar 600 juta bagi produk dan penanaman modal negara-negara kapitalis besar.
Sementara itu, gelombang demokratisasi di segala bidang pasca Reformasi, khususnya di bidang politik dengan pemberlakuan model pemilihan langsung untuk kepala daerah dan presiden serta pemilihan anggota legislatif berdasar suara terbanyak, telah memberikan kesempatan kepada kekuatan kapitalis global untuk makin menancapkan pengaruhnya di Indonesia. Dengan kekuatan dana besarnya, mereka masuk dalam kontestasi politik di Indonesia. Harapannya, melalui orang-orang yang didukung, mereka bisa turut menentukan pemilihan pejabat publik dan memberikan arah kebijakan ke depan. Bagi politikus pragmatis, tak jadi soal menggadaikan kewenangan politik, yang penting mereka terpilih. Karena itu, pasca Reformasi banyak sekali lahir kebijakan-kebijakan dan peraturan perundangan yang sangat liberal dan kental dipengaruhi kepentingan asing.
Keputusan rezim Jokowi-JK yang bergegas menaikkan harga BBM, misalnya, adalah bukti kebijakan yang sangat sarat kepentingan asing. Meskipun kemudian diturunkan, namun tidak bisa menutupi maksud sesungguhnya dari kebijakan itu, yakni pemberlakuan liberalisasi migas secara total. Rezim Jokowi-JK mencabut subsidi BBM dan menetapkan harga sesuai dengan harga pasar. Inilah yang dimaui oleh perusahaan migas asing agar mereka bisa leluasa masuk di sektor niaga BBM. Ini bisnis yang luar biasa besar. Mereka mengambil minyak di Indonesia, lalu diolah dan dijual di Indonesia, tetapi dengan harga internasional. Setiap tahun, perusahaan migas asing diperkirakan bisa meraup untung tak kurang dari Rp 150 triliun.
Di lapangan legislatif, intervensi asing juga sangat nyata. Menurut seorang anggota DPR, ada lebih dari 76 UU yang pembuatan draft-nya dilakukan pihak asing seperti UU Migas, UU PM, UU Kelistrikan, UU SDA, UU Perbankan dan sejenisnya yang jelas-jelas telah meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Dari fakta-fakta inilah kita menyebut bahwa negeri ini juga tengah dalam ancaman neoimperialisme.
Neoimperialisme adalah penjajahan cara baru yang ditempuh oleh negara kapitalis untuk tetap menguasai dan menghisap negara lain. Dulu dikenal dengan semangat gold (kepentingan penguasaan sumber daya ekonomi), glory (kepentingan kekuasaan politik) dan gospel (kepentingan misionasi Kristiani). Meski mungkin kepentingan yang ketiga (gospel) kini tidak begitu menonjol, kepentingan pertama dan kedua (gold dan glory) nyata sekali masih berjalan.
Saudaraku, neoliberalisme dan neoimperialisme tentu saja berdampak sangat dampak buruk buat kita semua. Di antaranya, tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, kerusakan moral, korupsi yang makin menjadi-jadi, dan kriminalitas yang kian merajalela. Banyaknya pejabat dan anggota legislatif yang menjadi tersangka korupsi menjadi bukti sangat nyata perilaku mereka yang menghalalkan segala cara guna mengembalikan investasi politiknya. Eksploitasi SDA di negeri ini secara brutal juga menunjukkan bagaimana para pemimpin negeri ini telah gelap mata dalam memperdagangkan kewenangannya sehingga membiarkan kekayaan alam yang semestinya untuk kesejahteraan rakyat itu dihisap oleh korporasi domestik maupun asing. Kenyataan buruk itu makin diperparah oleh kebijakan-kebijakan politik seperti kenaikan harga BBM, elpiji, tarif listrik, dan lain-lain.
Sementara itu, demokrasi yang selama ini dipercaya sebagai sistem politik terbaik, yang akan mewadahi aspirasi rakyat, pada kenyataannya bohong belaka. Rakyat hanya diperhatikan pada saat kampanye atau sebelum pemilihan. Setelah terpilih, anggota legislatif, kepala daerah, dan bahkan presiden lebih memperhatikan para penyokongnya. Lahirnya UU-UU liberal, dan lembeknya Pemerintah di hadapan perusahaan asing seperti Freeport, adalah bukti nyata pengabaian aspirasi rakyat serta ketundukan Pemerintah pada kekuatan para cukong di dalam dan luar negeri. Jadi, dalam demokrasi tidak ada yang namanya kedaulatan rakyat; yang ada adalah kedaulatan para pemilik modal.
Oleh karena itu, wahai Saudaraku, jelas sekali negeri ini harus segera diselamatkan. Tak ada pilihan lain kecuali dengan Islam, yakni dengan syariah dan khilafah. Jadi, Save Indonesia with Sharia and Khilafah. Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah.
Friday, March 13, 2015
Ditanya soal pacar? ini jawaban saya..
Thursday, January 22, 2015
Refleksi 23 tahun,kemana arah melangkah???
Mau tidak mau keadaan ini memaksa yang dulu kurang bersosialisasi harus dirubah,belum lagi masalah-masalah yang ada dirumah yang dulu enggak bisa benerin genteng bocor sekarang kudu belajar.

