Friday, November 6, 2015

Catatan kecil terkait pembakaran REOG

  Beberapa pekan lalu media memberitakan tentang pebakaran sebuah kesenian dari Ponorogo Reog,berbagai reaksi keras bemunculan ,dari sebagian berita menyampaikan bahwa reog yang dibakar adalah rusak,akan tetapi ada yang memberitakan pembakaran dilakukan karena dianggap berhala.entah mana yang benar saya yang kebetulan membaca sebuah postingan dihalaman facebook sedikit kecewa masalahnya banyak komentar negatif  bermunculan,pembelaan yang dirasa enggak cukup masuk akal maklum saja demikian adalah bagian dari perasaan bangga pada eksistensi gharizatun nauk,yang kemunculannya bisa berupa bangga pada diri pribadi,suku,kelompok ataupun bangsa.jika
Bicara soal adat budaya ia terlahir dari sebuah kebiasaan masyarakat.ketika kebiasaan masyarakat baik maka akan melahirkan budaya yang baik pula, memang saya pernah mendengar ada pendapat mengenai berhalanya reog,tidak disembah secara langsung tetapi setiap pementasan ada unsur-unsur kesyirikan entah itu berupa kemenyan atau apalah,didaerah saya pribadi disetiap pemintasan tak lepas dari minuman keras apalagi ditambah lenggak lenggok tari seorang perempuan sesuatu yang amat jelas bertentangan dengan syariat islam.bukan aku tidak bangga budaya sendiri,tetapi kita harus bisa menempatkan tempat yang tepat rasa bangga dan fanatik.cukuplah islam..jika bertentangan ya buat apa dibanggakan,jika memunculkan permusuhan buat apa dilestariin,hanya karena bela budaya kita berani ngomong ganyang negara tetangga,padahal negara tetangga ada muslimnya bukannya sesama muslim saudara...giliran mesjid dibakar, islam dihina dan dilecehkan koq adem ayem???

No comments: