Sore itu,menjelang petang terkejut seketika karena tempat dimana saya tidur yang terletak didepan emperan rumah yang dimodifikasi menjadi kamar terdapat seekor anak ayam kecil.
Entah datang dari mana ini anak ayam, tanpa suara saya yang merebahkan tubuh sembari meletakkan tangan diatas kepala enggak sengaja nyentuh anak ayam yang rupanya sejak tadi sudah berada disitu.tidak tau pasti ini anak ayam siapa,yang jelas anak ayam tetangga,yang ketinggalan sama induknya,karna saya enggak punya ayam pada waktu itu.
Paginya,si anak ayam nunjukin rasa kebingungan dengan teriakan khasnya ciek...ciek..ciek..mungkin dia harap siinduknya bakal nemuin,rupanya sia-sia saja apa yang ia lakukan.saya yang melihat peristiwa itu sedikitpun enggak ada rasa buat peduli saya biarkan aja lalu lalang sekitar rumah.
Siang itu sepulang sekolah si anak ayam nyoba nyari perhatian saya dia bermain-main diantara kaki,saya yang ngerasa geram tingkahnya langsung tangkap dan keluarkan eh dia balik lagi kepaksa saya tangkep dan keluarkan lagi sembari nyebar beras berharap dia makan dan enggak masuk dalam rumah lagi.
Haripun terus berganti,ini anak ayam tambah gemesin polahnya manja ngikutin kemana orang berjalan sampe2 dan lebih nyebelin lagi saya inget betul tiap magrib petang selalu masuk rumah enggak mau tidur diluar tiap dikeluarin eh balik lagi,terpaksa harus saya bungkus pake pakaian bekas yang kemudian dikeluarin ditaruh diatas boncengan sepeda yang kebetulan diletakkan dibelakang rumah.peristiwa terus berulang-ulang tiap sore menjelang petang.
Kian hari,anak ayam nunjukin pertumbuhannya mulai tumbuh ekor kecil namun tingkahnya masih manja suka ngerubungin orang tiap pulang sekolah sering saya jailin kadang ditaruh diatas kepala lah,dicincang kakinyalah...dan lain-lain.kini iapun sudah berani main agak jauh dari rumah namun sering kali kudapati paling-paling main disebelah rumahku(rumahnya bulek).
Si ayampun tidak butuh lama menjadi dewasa ia tumbuh lagi menjadi sesosok ayam betina yang cantik.ayam jantan tetanggapun semua dibuat klepek-klepek,ia kini bukan lagi seekor anak ayam manja yang tiap petang harus dibungkus kain agar bisa tidur dan enggak masuk kerumah,kini ia bukan lagi seekor anak ayam yang suka ngikutin orang berjalan.tapi ia seekor ayam betina yang gesit yang sigap hindari lemparan-lemparan batu tetangga yang kurang suka kehadirannya karna ulah ceker kakinya yang ngerusakin apa yang ada.kini ia tumbuh berkehidupan bebas kesana kemari main kerumah tetangga,sawah dan tempat lainnya namun ia tetap selalu pulang nangkring dibelakang rumah tiap kali petang.
Hari itu sedikit berbeda ayam saya "petok-petok" tdk seperti biasanya, dan benar saja kaget bukan main dia harus menanggung akibat pergaulan bebasnya dengan ayam tetangga, terpaksa harus mengeluarkan butiran telur tiap harinya..ya hari itu ayam saya bertelur dan Alhamdulillah dari kesemua telur menetas semua dengan normal yang kemudian ini artinya akan membuat ayamku bertambah.
No comments:
Post a Comment