Mimpi,mungkin bagi sebagian orang hanya sebatas bunga tidur,tapi tersenyum dalam mimpi yang berlanjut dalam nyata seolah membuatku tak percaya,hari itu menjadi membingungkan,terngiang-ngiang tak lagi jelas wajah perempuan yang kupinta tolong,tapi senyumnya membekas,Astagfirullah...tak ingin larung terjebak dalam dunia hayalan,ingin segera melupakan mimpi barusan.tak ingin terlalu memikirkan urusan perasaan karena banyak urusan umat yang perlu dipikirkan,dengan sok bijak ku alihkan perhatian.
Beberapa hari kemudian,dalam dunia nyata dalam situasi berbeda mimpi itu menjadi nyata,seorang perempuan tanpa kutahu namanya datang ketempat kerja bermaksud menukar uang dalam pecahan kecil,aku yang gugup dihadapkan perempuan menghitung uang untuk ditukar,karena kegugupan uang dua ribuan yang tersusun menjadi sepuluh ribuan,ku hitung seratus ribu,gadis yang sejak tadi memperhatikan senyam senyum tawa kecil membiarkan,aku yang sekejab melihat baru sadar telah melakukan kesalahan.Keringat dingin mancur kepala tak lagi ku hiraukan,langsung sesaat dia berlalu ku perbanyak lagi istigfar,Ya Allah jangan sampai urusan beginian,menjadikan hamba termasuk orang yang lalai.

No comments:
Post a Comment