Tuesday, July 21, 2020

Mimpi yang seolah nyata,ternyata kesemuan yang menipu

 Entah dimana tempatnya,yang jelas wisata alamnya menyajikan pemandangan-pemandangan yang begitu menajubkan,enggak heran dengan sigap ku rogoh handphone untuk mengabadikan.Cekrak-cekrik bunyi kamera pengambilan gambar dengan selfie rupanya tak menghasilkan sudut gambar yang menarik,terpaksa memilah-milah lagi untuk di hapus,saat bersamaan lewatlah seorang perempuan dihadapan,dengan sigap lantas kumintai tolong untuk memfotokan,gaya ala presiden yang penuh pencitraan aku lakukan,alih-alih segera kamera terdengar cekrik,malah ku dapati gadis yang kumintai tolong tersenyum manis memandangi layar kamera yang menyala,aku yang memandangi dari kejauhan terbawa suasana tersenym pula,senyum yang terlihat begitu manis,yang membuat tersenyum pula melihatnya,dan saat keadaan masih tersenyum aku tersadar terbangun dari tidur,ternyata hari sudah mau menjelang subuh,segera lekas berjalan ke kamar mandi sambil sebelumnya menyalakan komputer meneruskan rutinitas pekerjaan.
 Mimpi,mungkin bagi sebagian orang hanya sebatas bunga tidur,tapi tersenyum dalam mimpi yang berlanjut dalam nyata seolah membuatku tak percaya,hari itu menjadi membingungkan,terngiang-ngiang tak lagi jelas wajah perempuan yang kupinta tolong,tapi senyumnya membekas,Astagfirullah...tak ingin larung terjebak dalam dunia hayalan,ingin segera melupakan mimpi barusan.tak ingin terlalu memikirkan urusan perasaan karena banyak urusan umat yang perlu dipikirkan,dengan sok bijak ku alihkan perhatian.
 Beberapa hari kemudian,dalam dunia nyata dalam situasi berbeda mimpi itu menjadi nyata,seorang perempuan tanpa kutahu namanya datang ketempat kerja bermaksud menukar uang dalam pecahan kecil,aku yang gugup dihadapkan perempuan menghitung uang untuk ditukar,karena kegugupan uang dua ribuan yang tersusun menjadi sepuluh ribuan,ku hitung seratus ribu,gadis yang sejak tadi memperhatikan senyam senyum tawa kecil membiarkan,aku yang sekejab melihat baru sadar telah melakukan kesalahan.Keringat dingin mancur kepala tak lagi ku hiraukan,langsung sesaat dia berlalu ku perbanyak lagi istigfar,Ya Allah jangan sampai urusan beginian,menjadikan hamba termasuk orang yang lalai.