Apa rasanya menjadi karyawan bekerja seorang diri,yang pasti bakal nemuin banyak rasa bosen,waktu terasa lamaaa banget,beda kalo banyak rekan kerja banyak banget dah yang bisa di omongin mulai dari pertandingan bola semalem sampe-sampe masalah keluarga kayak gak ada habis-habisnya.Bagaimanapun sebuah kantor tempat kerja memang menyisakan banyak sekali kisah-kisah entah itu tentang kebersamaan,kekompakan bahkan enggak jarang juga tentang pertengkaran-pertengkaran.Sedemikian rupa mungkin juga sering terjadi pada tempat dimana saya bekerja,rekan kerja yang terdiri dari dua orang perempuan dan dua orang laki-laki ada aja masalah-masalah yang timbul,mulai dari ngegombalin rekan kerja perempuan atau terkadang debat-debat pada masalah tertentu dengan pemahaman agama yang dimiliki masing-masing.Sebenarnya saya pribadi menyadari besarnya bahaya ketika bercanda dengan rekan kerja lawan jenis,akan tetapi rasanya tidak mungkin juga dalam sembilan jam kerja hanya diem-dieman,hanya beristigfar dan berusaha membatasi agar tidak berlebihan itu saja saat ini yang mungkin bisa dilakukan.Menurut saya pribadi hal yang ter berat adalah saat rekan kerja melakukan kesalahan,kita yang tahu dibawah perasaan enggak enak hanya bisa diam terpaku seakan enggak bisa meberikan nasehat,karena saya pribadi punya pengalaman ketika itu salah satu rekan kerja yang kebetulan usianya lebih muda dari saya bisa dibayangkan dong gimana yang namanya anak muda,punya keluarga utuh enggak jauh dari orang tua,pekerjaan bukan menjadi perioritas utama,seneng banget yang namanya hang outs,gue pribadi gak masalahin soal hang outs,apalagi ditempat dimana saya kerja,libur diatur secara bergiliran diserahin ke karyawan,dari situlah bisa nentuin masing-masing kapan libur dan menjadi jadwal libur tapi kalo sekedar hang outs terus minta over libur sama rekan kerja yang lain yang kebetulan sudah ada jadwal,kan ke ganggu bangetss,oke satu dua kali gak ada masalah,nggak ada masalah di oper berapa seringpun,cuman khan ya egois banget to kalo ofer sif hanya buat jalan-jalan tamasya,enggak syar'i kahn.di situ kadang saya merasa bersedih!.
Anak muda,terkadang saya berfikir apakah iya yang namanya anak muda kudu hidup penuh "FUN",meski itu uang sendiri,hasil kerja sendiri,saya bersyukur diusia 24 tahun bisa berfikir ke depan apalagi semenjak bapak meninggal dunia,terus belajar bertarung melawan kerasnya kehidupan era kapitalis.Suatu saat saya mencoba memberanikan diri menegur rekan kerja,kebetulan rekan kerja yang hobi banget hang outs satu ini adalah cewek,bisa dibayangin nggak kira-kira beratnya,mau ngomong ngucapin sepatah kata saja enggak jadi,ku coba lewat sebuah perantara pesan singkat pada waktu itu,ku susun kata-kata se indah mungkin,ku baca ulang sebelum pada akhirnya dikirim,benar saja apa yang menjadi kekhawatiran terjadi,saya menerima konsekuensi dari semua itu,NGambek dan enggak mau bicara seakan tertanam sebuah jarak,karena merasa pada jalur yang benar saya hanya meminta maaf saja andai ada kata salah yang terucap.seiring berjalannya waktu ngambek pun hilang karena dalam satu kantor tuntutan pekerjaan sudah pasti ada koordinasi sama rekan kerja satu sama lain yang mau tidak mau menuntut untuk saling berbicara.terkadang terlihat lucu kalo bayangin kejadian-kejadian seperti itu.
Friday, March 25, 2016
Enggak enak,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment