Wednesday, April 15, 2015

Aksi damai di alun-alun ponorogo #saveindonesia

Jumat 10-april-2015
Sebagai seorang makmum punya kewajiban mengingatkan  ketika seorang imam melakukan kesalahan..


Pemimpin negara adalah seorang imam dan kami rakyat adalah makmum...

Disinilah saya bareng saudara Hizbut-tahrir melakukan aksi damai,mengingatkan untuk kembali lagi pada aturan Allah.aksi yg berlangsung sesudah sholat jumat ini kami mulai dengan sebar Al-islam dan bentang spanduk.

بِسْمِ ٱﷲ ِٱلرَّحْمٰنِ ٱلرَّحِيْمِ

SURAT UNTUK INDONESIA

Saudaraku, kita semua tentu tahu, saat ini negara kita tengah dibelit berbagai persoalan yang sangat berat. Bila belakangan banyak orang menyerukan Save KPK, lebih dari itu kita sesungguhnya memerlukan Save Indonesia. Sebab, bila menilik beratnya persoalan yang mengancam negeri ini dan tidak segera diatasi, bukan tidak mungkin negeri ini akan hancur. Mengapa?

Saat ini kita tengah berada dalam ancaman neoliberalisme dan neoimperialisme yang makin keras mencengkeram. Neoliberalisme adalah paham yang menghendaki pengurangan peran negara dalam ekonomi. Dalam pandangan neoliberalisme, negara dianggap sebagai penghambat utama penguasaan ekonomi oleh individu/korporat. Pengurangan peran negara dilakukan dengan: privatisasi sektor publik seperti migas, listrik, jalan tol dan lainnya; pencabutan subsidi komoditas strategis seperti migas, listrik, pupuk dan lainnya; penghilangan hak-hak istimewa BUMN melalui berbagai ketentuan dan perundang-undangan yang menyetarakan BUMN dengan usaha swasta. Jadi, neoliberalisme sesungguhnya merupakan upaya pelumpuhan negara, selangkah menuju corporate state (korporatokrasi). Ketika itu, negara dikendalikan oleh persekutuan jahat antara politikus dan pengusaha. Akibatnya, keputusan-keputusan politik tidak dibuat untuk kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan korporat (perusahaan) baik domestik maupun asing.

Ancaman neoliberalisme akan semakin besar dengan pemberlakuan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) mulai tahun 2015 ini. MEA, sebagaimana blok pasar bebas lain, merupakan strategi kekuatan kapitalis global untuk meluaskan hegemoninya, khususnya di kawasan negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Dalam pasar bebas, dihapus semua hambatan masuk (barrier to entry) baik tarif maupun non tarif seperti regulasi, penetapan kuota, subsidi, dan lainnya yang selama ini memang dibuat untuk melindungi produk dalam negeri. Jadi, MEA tak lain adalah pasar bebas yang akan membuka pasar negara-negara di kawasan ASEAN yang berpenduduk sekitar 600 juta bagi produk dan penanaman modal negara-negara kapitalis besar.

Sementara itu, gelombang demokratisasi di segala bidang pasca Reformasi, khususnya di bidang politik dengan pemberlakuan model pemilihan langsung untuk kepala daerah dan presiden serta pemilihan anggota legislatif berdasar suara terbanyak, telah memberikan kesempatan kepada kekuatan kapitalis global untuk makin menancapkan pengaruhnya di Indonesia. Dengan kekuatan dana besarnya, mereka masuk dalam kontestasi politik di Indonesia. Harapannya, melalui orang-orang yang didukung, mereka bisa turut menentukan pemilihan pejabat publik dan memberikan arah kebijakan ke depan. Bagi politikus pragmatis, tak jadi soal menggadaikan kewenangan politik, yang penting mereka terpilih. Karena itu, pasca Reformasi banyak sekali lahir kebijakan-kebijakan dan peraturan perundangan yang sangat liberal dan kental dipengaruhi kepentingan asing.

Keputusan rezim Jokowi-JK yang bergegas menaikkan harga BBM, misalnya, adalah bukti kebijakan yang sangat sarat kepentingan asing. Meskipun kemudian diturunkan, namun tidak bisa menutupi maksud sesungguhnya dari kebijakan itu, yakni pemberlakuan liberalisasi migas secara total. Rezim Jokowi-JK mencabut subsidi BBM dan menetapkan harga sesuai dengan harga pasar. Inilah yang dimaui oleh perusahaan migas asing agar mereka bisa leluasa masuk di sektor niaga BBM. Ini bisnis yang luar biasa besar. Mereka mengambil minyak di Indonesia, lalu diolah dan dijual di Indonesia, tetapi dengan harga internasional. Setiap tahun, perusahaan migas asing diperkirakan bisa meraup untung tak kurang dari Rp 150 triliun.

Di lapangan legislatif, intervensi asing juga sangat nyata. Menurut seorang anggota DPR, ada lebih dari 76 UU yang pembuatan draft-nya dilakukan pihak asing seperti UU Migas, UU PM, UU Kelistrikan, UU SDA, UU Perbankan dan sejenisnya yang jelas-jelas telah meliberalisasi sektor-sektor vital di Indonesia. Dari fakta-fakta inilah kita menyebut bahwa negeri ini juga tengah dalam ancaman neoimperialisme.

Neoimperialisme adalah penjajahan cara baru yang ditempuh oleh negara kapitalis untuk tetap menguasai dan menghisap negara lain. Dulu dikenal dengan semangat gold (kepentingan penguasaan sumber daya ekonomi), glory (kepentingan kekuasaan politik) dan gospel (kepentingan misionasi Kristiani). Meski mungkin kepentingan yang ketiga (gospel) kini tidak begitu menonjol, kepentingan pertama dan kedua (gold dan glory) nyata sekali masih berjalan.

Saudaraku, neoliberalisme dan neoimperialisme tentu saja berdampak sangat dampak buruk buat kita semua. Di antaranya, tingginya angka kemiskinan dan kesenjangan ekonomi, kerusakan moral, korupsi yang makin menjadi-jadi, dan kriminalitas yang kian merajalela. Banyaknya pejabat dan anggota legislatif yang menjadi tersangka korupsi menjadi bukti sangat nyata perilaku mereka yang menghalalkan segala cara guna mengembalikan investasi politiknya. Eksploitasi SDA di negeri ini secara brutal juga menunjukkan bagaimana para pemimpin negeri ini telah gelap mata dalam memperdagangkan kewenangannya sehingga membiarkan kekayaan alam yang semestinya untuk kesejahteraan rakyat itu dihisap oleh korporasi domestik maupun asing. Kenyataan buruk itu makin diperparah oleh kebijakan-kebijakan politik seperti kenaikan harga BBM, elpiji, tarif listrik, dan lain-lain.

Sementara itu, demokrasi yang selama ini dipercaya sebagai sistem politik terbaik, yang akan mewadahi aspirasi rakyat, pada kenyataannya bohong belaka. Rakyat hanya diperhatikan pada saat kampanye atau sebelum pemilihan. Setelah terpilih, anggota legislatif, kepala daerah, dan bahkan presiden lebih memperhatikan para penyokongnya. Lahirnya UU-UU liberal, dan lembeknya Pemerintah di hadapan perusahaan asing seperti Freeport, adalah bukti nyata pengabaian aspirasi rakyat serta ketundukan Pemerintah pada kekuatan para cukong di dalam dan luar negeri. Jadi, dalam demokrasi tidak ada yang namanya kedaulatan rakyat; yang ada adalah kedaulatan para pemilik modal.

Oleh karena itu, wahai Saudaraku, jelas sekali negeri ini harus segera diselamatkan. Tak ada pilihan lain kecuali dengan Islam, yakni dengan syariah dan khilafah. Jadi, Save Indonesia with Sharia and Khilafah. Selamatkan Indonesia dengan Syariah dan Khilafah.

Friday, March 13, 2015

Ditanya soal pacar? ini jawaban saya..


    Paling enggak enak banget ditanyain orang udah punya pacar belum?? Maklum kalo usia dah masuk 20 ke atas gandengan meskilah ada,buat dibawa ke pelaminan,begitulah kebudayaan yang ada  ditengah-tengah masyarakat.Sudah punya pacar???kita cuman bisa ngejawab belum,ih..ih..ih,kalo enggak gitu cuman bisa senyam-senyum enggak jelas.
Jaman sekarang yang nama pacar adalah barang komoditas yang muski dipunya tak peduli anak sekolah atau anak kuliahan,intinya yang ngerrasa punya jiwa muda  belum sempurna kalo belon punya yang namanya pacar.waduh,kalo gini caranya yang memilih pacaran sehabis menikah bisa jadi bulan-bulanan sasaran empuk,cuman bisa mlongo.tapi bukan itu yang jadi alesan kenapa sampe kini gak punya pacar.
  pacar dan pacar enggak ada habisnya kalo ngomongin yang namanya pacar,jadi penyemangat belajarlah kalo pas pacaran diwaktu sekolah,ada yang perhatiinlah,ngajak makan barenglah pokoknya happy fan banget dah!! Gitu kira-kira cerita yang pernah gue denger dari para tersangkanya.
sebetulnya kalo kita tengok kebelakang pacaran adalah budaya barat yang bertentangan dengan budaya kita yang anti pergaulan bebas.tetapi seperti kata orang "jaman wes edan".Kita dijajah bukan lagi secara fisik tapi secara pemikiran dan budaya.
   enggak pacaran=enggak normal,olokan yang sering dijadiin bahan lontaran,ih tapi jangan salah,rasa ketertarikan sama lawan jenis itu emang fitrahnya manusia tapi bukan bearti dipenuhin tanpa aturan khan?itulah alesan kenapa saya enggak pacaran,bukan karena enggak tertarik sama cewek,tapi lagi nyoba berusaha patuh sama aturan yang ngasih fitrah ini,yang ngelarang keras buat pacaran
Al israa : 32

Rasa tertarik sama cewek/lawan jenis pastilah ada,itu sudah menjadi ghorizah manusia,cuman sekali lage bukan dengan jalan pacaran pemenuhannya.enggak gentle banget kalo kamu cuman modal ngajak jalan bareng,makan bareng,apalagi sekedar sms nanyain sudah makan belum?lalu kalo ndak cocok ditinggalin.laki-laki apaan kaya gitu?ketimbang pacaran itung-itung maksiat lebih enak kalau kita nyari ilmu kan ya,atau mempersiapkan diri mulai dah dari hal yang mudah ngebahagiain orangtua dulu,belajar dah sama bapak gimana cara nyari nafkah?belajar dah sama ibu gimana caranya masak! jangan kamu pikir yang sama Allah enggak taat dia tanggung jawab,Yang enggak bisa bahagiain orantuanya bisa bahagiain kamu.
Jadi laki-laki itu enggak mudah,dia pemimpin bagi keluarga,karenanya saat waktu sendiri itulah kesempatan untuk belajar dan mencari ilmu.percayalah pacaran tidak akan membuat kita dewasa,pacaran sebelum menikah hanyalah sebuah bentuk penjajakan pada wanita,kamu yakin laki-laki yang kayak gitu bisa menjagamu,plis dech kita berusaha sama mensholehkan diri.

  


Thursday, January 22, 2015

Refleksi 23 tahun,kemana arah melangkah???



Gak terasa waktu jalan begitu cepet sampe gak terasa juga lo kalo jatah hidup kian kurang..padahal rasanya baru kemarin baru nyelesein sekolah tingkat smk eh sekarang udah nginjak usia 23 tahun.hem usia yang gue rasa kudu siap dan mampu ngemban segala amanah-amanah tapi jujur aja ya pada realitanya terasa belum siap dan mampu dech....
   inget betul 2 tahun lalu ketika masih usia 21 masih banyak masalah-masalah yang belum bisa diatasi, masih sulit ngatasin permasalahan diri,terlebih permasalahan merobohkan tembok pnghalang mental,maksudnya ( permasalahan belum bisa ngomong lancar sama orang/sebut aja lugu),suka malu-malu sama orang dan lain-lain.
 Sedihnya banget diusia yang sama kita tahu Sultan Muhammad Al fatih udah naklukin kontantinopel(malu kan rasanya).gak ada kata terlambat buat belajar,walau sedikit demi sedikit
Alhamdulillah setidaknya itulah yang saya lakukan ada kemauan untuk berubah,berubah kearah yang lebih baik kenapa enggak???saat  ada yg nawarin krja dengan bekerja itulah menjadi kesempatan melatih menghadapi orang.menaklukkan lemah mental(yang sdh menjadi penyakit).
hari pertama kerja inilah perang dunia dimulai, rasanya kebayang kayak menjadi bagian dari pasukan Muhammad Al-fatih yang mau ngerobohin tembok konstantinopel.berbagai perlengkapan tempur disiapkan, penyeranganpun sudah diawali...meriam segedhe gentong ditembakkan,rupanya gak cukup buat ngehancurin tembok penghalang dalam diri,seakan sama lebih kuatnya dari tembok konstantinopel buktinya walau sering ngadepin pelanggan ditempat kerja ternyata kadang masih deg-degan juga(apalagi yang dihadepin cewek#matilah aku)rasanya mau mati duluan. terus maju masa mau nyerah gitu aja.bisikan batin terus berupaya menyemangati seakan tak mau berhenti sampe disini karna apa yang udah gua mulai maka harus gua selesaikan.
Kisahpun masih harus berlanjut....disaat dimana saya masih terus berusaha naklukin tembok lemah mental dalam diri, gak disangka secara tiba-tiba Allah mengambil sesuatu  yang selama ini menjadi sumber kekuatan. waktu itu bulan Agustus 2013 bapak saya mengalami kecelakaan hebat,setelah 2 malem koma akhirnya sekitar pukul 9 malam beliau menghembuskan nafas terakhirnya ..MAK DEG rasanya jantung seperti berhenti sebentar.bingung luar biasa saat itu..karna saya sadar betul masih banyak hal yang belum saya pelajari dari beliau,saya belum bisa menghancurkan tembok itu,ditengah kepedihan tetep yakin rencana Allah itu lebih baik dan Allah melihat saya sudah mampu untuk menerima ujian ini,saya harus berdiri kembali mengambil pedang pertempuran belum usai.

Ditinggal bapak,yang menjadi pemimpon keluarga  rasanya seperti saat asyik sholat sendirian kemudian secara tiba-tiba ada yang menepuk pundak dari belakang (dengan maksud menjadikan imam) plok!! Tepuk kan yang membuat urat nadi berhenti ingin rasanya membalikkan badan dan seraya mengatakan belum pantas menjadi seorang imam.anda saja yang jadi imam....tapi rasanya tdk punya pilihan.disinilah semuanya dimulai,menjadi sebuah kepala keluarga dituntut belajar banyak hal dari acara-acara kumpul warga,bersosial dan acara-acara lain.
      Mau tidak mau keadaan ini memaksa  yang dulu  kurang bersosialisasi harus dirubah,belum lagi masalah-masalah yang ada dirumah yang dulu enggak bisa benerin genteng bocor sekarang kudu belajar.
Belajar...belajar...dan belajar 
gak ada kata terlambat.apalagi sekarang Allah ngasih kesempatan hidup sampe 23 tahun kesempatan yang gak boleh disia-siakan,mumpung maseh ada waktu saatnya ngerubah segalanya,ngerubah diri kearah yang lebih baik juga kesempatan ngebuktiin bahwa diri ini pantas jadi seorang Laki-Laki.


Sunday, December 14, 2014

Cuman bisa bilang mungkin belum rizkinya.

Semenjak kerja di distributor pengisian pulsa, banyak sekali kemudahan yang saya dapatkan tentu saja salah satunya mengisi nomor sendiri sesukanya dimanapun dan kapanpun.maksudnya sambil kerja saya daftar juga jadi downline.biar gampang kalo sewaktu-waktu butuh pulsa.

Untuk itulah nomor kesayangan saya daftarkan....saya fikir dengan begitu akan lebih hemat, hemat waktu juga hemat uang, gimana enggak coba! Pulsa 5 ribu kalo beli dicounter kan bayarnya 6500/7000 sementara kalo langsung dari distributor kan paling cuman 5200 an.

Dari segi waktu kan enggak perlu kemana-kemana selama saldo deposit di hp masih full,ngisi tengah malam ndak masalah khan lagian tengah malam jarang-jarang ada toko yang buka.

Eitsss tapi tunggu dulu itu hanyalah kisah kemudahannya saja ...jangan dikira dibalik kemudahan gak ada kesusahan...
Pasti ada..
Ceritanya begini,
Malam ini saya tidur ditempat kerja eh..bukannya nikmatin malah terbangun ditengah-tengah malem.
Saya coba mejamin lagi nih mata, mulai hadap sana hadap sini eh ternyata sia-sia gak bisa madamin  terangnya mata yang terbangun tadi.

Yauweslah...ambil hp terus browsing atau download apa ajalah pikirku.
Loh...oiya baru keinget kalo kuota gratisan internet nya sudah kritis,untung bisa isi pulsa sendiri segera kucari hp yang memang saya khusus kan buat mengisi pulsa.
Karna nomor yang diisi(nomor yang saya khususkan buat internetan) enggak hapal...yaudah dech kuputuskan nyari lewat riwayat sms(sms terkirim)barangkali ada yang masih nyangkut..sisa pengisian bulan lalu. Enggak lama dalam pencarian terlihat riwayat pengisian pulsa 50 rinbu tanpa berfikir panjang yaudahlah saya kirim ulang format transaksi tersebut.

Kok enggak masuk-masuk ya pulsanya...yaela ya enggak bakalan masuklah usut punya usut ternyata nomor yang saya isi tadi itu bukan nomorku?la terus nomor siapa?dengan penuh tanya sambil meneliti kembali nomor-nomor yang pernah saya isi.maklum saja selain saya pake sendiri saya juga menjual pulsa ketemen atau tetangga dekat.

Gak selang lama nah akhirnya ketemu,oh ternyata nomor tetangga yang tempo hari  minta diisikan pulsa.aduh celaka 50000 bisa dibayangin gak tuh, enggak berfikir lama kucoba hubungi tit....tit...tit....pertanda nomornya masih aktif tapi jam tengah malem gini siapa juga yang mau ngangkat telpon.
segera ku sms aja yang intinya ngasih tau kalo saya ngisi pulsa kenomor beliau karna kesalahan teknis.

Sambil nenangin hati saya isi lagi yang dilanjutin browsing.

Sesampai paginya... 
Alhamdulillah dapet balasan....
Yang intinya mau ditransfer balikkan.
Duh senangnya bukan main.
Tapi walaupun senang, tapi kebingungan juga karna pulsa tadi ditransferkan ke nomor yang biasanya saya buat transaksi isi pulsa,pulsa 50000 ribu sy fikir terlalu banyak kalo sekedar buat telpn dan sms. yaudah mas transfer ke nomorku aja mau tak daftarin paket internet sahut adikku yang sedari tadi rupanya mengetahui kebingunganku.
Ya udah tanpa fikir panjang kusuruh sebutkan nomornya....
Dengan sigap jemarikupun menari diatas tombol-tombol hp.
Gak lama format transfer pulsapun terkirim. belum masuk mas!rupanya adikku sudah tidak sabar.Ku coba cek sms masuk dari operator,sambil kuminta adikku menyebutkan ulang nomornya.BRAK#$#...Astagfirullah..Betapa  kagetnya luar biasa ketika angka terakhir yang disebutkan terdengar berbeda.Aduh...salah transfer...sambil tepuk jidat yaudahlah pasrah dan iklasin aja karna mau gimana lagi nomor yang ditransfer dihubungi tidak aktif.

Mungkin Allah lagi ngingetin tuh,...kan kemarin gaji naik kok amalnya enggak...


Posted via Blogaway